Banner Govlog by XL Aviata

Minggu, 07 November 2010

Pengenalan akan Internet

Apakah internet itu?

Banyak sebutan yang diberikan oleh para peggunanya antara lain Cyber, e-world, Dunia Maya, dan sebagainya. Semua itu hanyalah sekedar istilah. Sebenarnya tidak ada definisi khusus mengenai Internet atau pun kepanjangan dari kata Internet karena Internet bukan suatu singkatan.

Sebagai gambaran umum, Internet adalah suatu jaringan komputer global yang terbentuk dari jaringan-jaringan komputer lokal dan regional yang memungkinkan komunikasi data antar komputer-komputer yang terhubung ke jaringan tersebut.

Internet awalnya merupakan suatu rencana dari Departemen pertahanan Amerika Serikat (US Department of Defense) pada sekitar tahun 60’an. Dimulai dari suatu proyek yang dinamakan ARPANET atau Advance Research Agency Network.

Beberapa universitas di Amerika Serikat, diantaranya UCLA, Stanford, UC Santa Barbara dan University of Utah, diminta bantuannya di dalam mengerjakan proyek ini dan awalnya telah berhasil menghubungkan 4 komputer di lokasi universitas yang berbeda tersebut.

Perkembangan ARPANET ini cukup pesat jika dilihat perkembangan komputer pada saat itu. Sebagai gambarannya pada tahun 1977, ARPANET telah menghubungkan lebih dari 100 mainframe komputer dan saat ini terdapat sekitar 4 juta host jaringan yang terhubung pada jaringan ini.

Jumlah sebenarnya dari komputer yang terhubung tidak dapat diketahui dengan pasti karena perkembangan jumlah komputer yang terhubung dengan suatu jaringan semakin lama semakin besar.

Karena perkembangannya sangat pesat, jaringan komputer ini tidak lagi dapat disebut sebagai ARPANET karena semakin banyak komputer dan jaringan-jaringan regional yang terhubung. Konsep ini yang kemudian berkembang dan dikenal sebagai konsep internetworking. Oleh karena itu, istilah Internet menjadi semakin populer dan orang menyebut jaringan besar komputer tersebut dengan istilah Internet.

Proses Perencanaan Ekonomi

Proses pembangunan bisa dibagi menjadi 4 tahap. Biasanya keempat tahap tersebut itu ditetapkan dalam suatu rangkaian yang dimulai pada saat tujuan ditetapkan oleh pemimpin politik dan diterjemahkan ke dalam target kuantitatif utnuk pertumbuhan, penciptaan kesempatan kerja, distribusi pendapatan, pengurangan kemiskinan, dan seterusnya. Umumnya orang menetapkan target kenaikan untuk suatu tujuan atau lebih, misalnya kenaikan GNP 6% per tahun dan kenaikan tingkat pengerjaan sebesar 4% per tahun, lalu kemudian memerintahkan kepada perencana untuk mengembangkan program-program untuk mencapai tujuan tersebut. Alternatif ketiga adalah suatu fungsi kesejahteraan yang menunjukkan peringkat (urut-urutan tujuan) membuat para perencana untuk melakukan pertimbangan, misalnya pertumbuhan dan pengerjaan, yang akhirnya lebih memprioritaskan pertumbuhan. Itulah hal-hal yang biasanya dilakukan pada tahap pertama proses perencanaan ekonomi.

Tahap kedua adalah mengukur ketersediaan sumberdaya-sumberdaya yang langka selama periode perencanaan tersebut seperti tabungan, bantuan luar negeri, penerimaan pemerintah, penerimaan ekspor, tenaga kerja yang terlatih, dan lain-lain.

Pada tahap ketiga hampir semua dari upaya ekonomi ditujukan untuk memilih berbagai cara (kegiatan dan alat) yang bisa digunakan untuk mencapai tujuan nasional. Pada tahap ini ditetapkan proyek-proyek investasi seperti jalan-jalan raya, jaringan irigasi, pabrik-pabrik, pusat-pusat kesehatan, yang itu semua termasuk ke dalam perencanaan nasional yaitu kebijaksanaan-kebijaksaan harga seperti nilai kurs, tingkat bunga, upah, pengaturan pajak, atau pun subsidi.

Akhirnya perencaan mengerjakan proses pemilihan kegiatan-kegiatan yang mungkin dan penting untuk mencapai tujuan nasional (welfare function) tanpa terganggu oleh adanya kendala-kendala sumberdaya dan organisasi.

Rangkaian perencanaan seperti ini hanya akan dapat berjalan dengan baik jika para pemimpin politik mampu menetapkan tujuan-tujuan sosial dan prioritas-prioritas secara cukup jelas bagi para perencana. Sayangnya para pemimpin politik tidak selalu mampu berbuat demikian. Mereka lebih suka pernyataan-pernyataan tentang tujuan-tujuan yang besar tetapi tidak jelas.

Suatu perubahan dalam rangkaian perencanaan bisa membantu untuk mengelakkan jalan buntu itu. Para perencana bisa memulai dengan menetapkan seperangkat tujuan alternatif dan prioritas-prioritas, kemudian menyiapkan strategi-strategi alternatif (rangkaian kegiatan) yang masing-masing dirancang untuk menunjukkan yang terbaik pada suatu prioritas-prioritas yang berbeda.

Dari uraian di atas mungkin tampak bahwa proses perencanaan itu penting, melebihi dari perencanaan yang dihasilkannya. Dengan melihat bahwa para politisi kurang memahami ilmu ekonomi, para perencana harus lebih konstruktif dengan mencoba untuk memasukkan perimbangan-pertimbangan ekonomi ke dalam proses pembuatan keputusan, mengkuantifikasikan elemen-elemen yang bisa dihitung oleh para ekonom, dan mengidentifikasikan elemen-elemen yang tidak bisa dikuantifikasikan. Ini merupakan proses pendidikan bagi para pemimpin politik tentang ekonomi secara umum dan perekonomian negaranya sendiri secara khusus.

Pengenalan akan Bidang Pemasaran

Di dalam bidang marketing atau pemasaran, dikenal adanya 4P atau disebut juga Mix Marketing. Yaitu antara lain:

- Product

- Promotion

- Price

- Place

Tapi dalam prakteknya penggunaan keempat hal tersebut di atas tergantung dari barang dan jasa juga pangsa pasarnya. Di dalam dunia bisnis tedapat dua faktor, yaitu eksternal dan internal. Faktor eksternal adalah pesaing & konsumen. Sedangkan faktor internal adalah modal, sumber daya manusia, dan lain-lain. Sebuah peluang dan ancaman dalam dunia bisnis bukan dari dalam melainkan dari luar. Yang berasal dari dalam hanyalah berupa kekuatan dan kelemahan dari perusahaan itu sendiri.

Untuk memaksimalkan pemasaran, harus dilakukan sebuah segmentasi pasar. Yaitu membagi sebuah pasar ke dalam kelompok-kelompok pembeli yang khas berdasarkan kebutuhan, karakteristik, atau juga perilakunya, yang mungkin membutuhkan produk atau bauran pemasaran yang terpisah. Sedangkan pembidikan pasar adalah sebuah proses pengevaluasian daya tarik tiap-tiap segmen dan memilih satu atau lebih segmen mana yang akan dimasuki. Selain itu ada juga positioning of market, yaitu mengatur produk supaya dapat menempati posisi dalam benak konsumen yang jelas, khas, & diinginkan secara relatif terhadap produk pesaing.

Dalam pemasaran diperlukan juga sebuah strategi pemasaran, yaitu rencana tahunandan rencana jangka panjang. Rencana tahunan adalah rencana jangka pendek yang menguraikan situasi pemasaran saat ini, sasaran perusahaan, strategi perusahaan saat ini, program tindakan, dan pengendalian anggaran. Sedangkan rencana jangka panjang menguraikan berbagai faktor dan kekuatan utama yang mempengaruhi perusahaan beberapa tahun ke depan. Strategi perencanaan itu sendiri adalah sebuah proses mengembangkan dan memelihara strategi yang cocok antar tujuan dan kemampuan organisasi serta peluang pasar yang selalu berubah. Terdapat juga misi perusahaan yang adalah suatu pernyataan tujuan organisasi apa yang ingin dicapai dalam lingkungan yang lebih luas. Ada 4 langkah dalam strategi perencanaan:

- Mendefinisikan misi perusahaan

- Menetapkan tujuan dan sasaran perusahaan

- Merancang portofolio bisnis

- Perencaan, pemasaran, dan strategi fungsional lainnya

Sabtu, 06 November 2010

Mengapa Pedang Jepang Berbentuk Melengkung?

Pedang Jepang versi awal (jokoto/chokuto) adalah berbentuk lurus panjang seperti pahat raksasa (gambar atas). Mengapa bentuknya menjadi curved atau melengkung?

Pedang pada dasarnya memiliki 2 fungsi :
1.) menusuk
2.) menebas

Permasalahnya adalah 2 hal ini tidak bisa dimaksimalkan. Bila kemampuan menusuknya ditingkatkan, maka kemampuan menebasnya berkurang. Dan juga sebaliknya. "That's why there's no perfect sword." Di dalam ilmu perpedangan, mata potong efektif dari sebuah pedang ada di area 1/3 bilah bagian atas. Kalimat ini adalah informasi penting sebagai referensi. Dengan asumsi bahwa pedang dibuat dengan kualitas yang sama, kekerasan mata potong yang sama, ketajaman pedang yang sama, dan diayunkan dengan kecepatan yang sama.

Pedang yang melengkung memberikan efek potong yang lebih dahsyat dari pedang lurus. Mengapa bisa demikian? Mari sedikit berimajinasi. Bayangkan saat kita menebas sebuah target dengan 2 pedang berbeda yaitu pedang lengkung dan pedang lurus. Bagian yang dikenakan ke target adalah 1/3 bagian atas pedang. Pada saat kita menebas target menggunakan pedang melengkung, posisi tangan kita sudah melewati target sementara ujung pedang masih baru akan mengenai target (ini disebabkan lengkungannya). Secara natural hal ini akan memberikan momentum hantam lebih besar dan tentunya daya potong yang lebih kuat. Pada pedang lurus, posisi tangan kita sejajar dengan pedang dan pada saat tangan kita segaris dengan target maka ujung potong juga sudah menghantam target. Jadi momentum hantamnya tidak sebesar yang dilakukan dengan menggunakan pedang melengkung. Namun apabila uji coba dibalik menjadi uji kasus dengan ditusukan, tentu ujung yang simetris pada pedang lurus lebih kuat menusuk ketimbang pedang lengkung.

Kembali ke pertanyaan awal. Pada masa itu kaum samurai bertanding pada jarak dekat dari atas kuda, dan karena itulah mereka membutuhkan senjata penebas yang lebih baik dibanding senjata penusuk (senjata penusuk sudah ada yari/tombak). Dan tachi atau katana ini dibuat dengan filosofi di atas, yaitu mengurangi kekuatan tusukan (tapi tidak menghilangkannya) dan memperbesar kekuatan tebasan yang berguna untuk memotong musuh. Hal ini masih didukung dengan teknologi pembuatan pedang Jepang yang menggunakan heat treatment hingga menghasilkan superb edge, yaitu ujung mata potong yang sangat keras sehingga bisa diasah menjadi sangat tajam.


Kesimpulannya adalah semakin melengkung suatu pedang maka momentum hantam atau kemampuan potongnya semakin dahsyat, tapi kemampuan menusuknya akan menurun. Contoh ekstrim adalah shamshir. Shamshir merupakan pedang pemotong yang luar biasa (terbukti di Perang Salib) namun tidak berguna saat dipakai untuk menusuk. Shamshir bahkan memperkuat 1/3 ujung potong dengan memperbesar blade. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan memotongnya.


SUMBER: KASKUS

Jumat, 05 November 2010

Tadakatsu Honda, Jendral Perang Hebat dari Era Sengoku

Honda Tadakatsu (本 多 忠 胜, 17 Maret 1548 - 3 Desember 1610), juga disebut Honda Heihachiro (本 多 平 八郎), adalah seorang jendral Jepang (dan kemudian menjadi daimyo) yang hidup dari era Sengoku akhir sampai awal periode Edo. Ia melayani Tokugawa Ieyasu. Honda Tadakatsu adalah salah satu dari Empat Raja Surgawi Tokugawa.

Berasal dari Provinsi Mikawa di Jepang, ia hidup selama periode Azuchi-Momoyama dan periode Edo. Ieyasu mempromosikan dirinya dari seorang daimyo sebuah han Ōtaki (100.000 koku) ke han Kuwana (150.000 koku) sebagai imbalan atas jasanya. Setelah itu anaknya, Honda Tadatomo, menjadi daimyo atas Ōtaki. Pada tahun 1609 ia pensiun, dan anaknya yang lain, Tadamasa, mengambil alih Kuwana. Cucunya, Tadatoki, menikah dengan cucu dari Tokugawa Ieyasu, Senhime. Meskipun pelayanannya yang setia selama bertahun-tahun, Tadakatsu menjadi semakin terasing dari Keshogunan Tokugawa (bakufu) karena revolusi dari bidang militer ke lembaga politik-sipil, yang disebabkan oleh berakhirnya era perang dan negeri sudah menjadi damai. Ini adalah nasib yang juga dirasakan bersama oleh prajurit-prajurit lainnya pada waktu itu, yang tidak mampu mengkonversikan diri dari masa peperangan yang kacau di periode Sengoku menuju zaman perdamaian yang lebih stabil di dalam Keshogunan Tokugawa.

Karena reputasinya dia berhasil menarik perhatian dari para tokoh yang paling berpengaruh di Jepang pada saat itu. Oda Nobunaga, yang terkenal enggan untuk memuji pengikutnya, menyebut Honda sebagai "Samurai di antara Samurai". Selain itu Toyotomi Hideyoshi mengatakan bahwa samurai terbaik adalah "Honda Tadakatsu di timur dan Muneshige Tachibana di barat". Bahkan Takeda Shingen memuji Honda, mengatakan bahwa "ia adalah sebuah kemewahan dari seorang Tokugawa Ieyasu".

Tadakatsu sering disebut sebagai "Prajurit yang melampaui kematiannya sendiri" karena ia tidak pernah menderita satu pun luka yang signifikan, walaupun ia adalah seorang veteran perang yang sudah turun di lebih dari 60 pertempuran hingga akhir hidupnya.


Honda Tadakatsu secara umum dianggap sebagai salah satu jendral Tokugawa Ieyasu yang terbaik, dan ia bertarung di hampir semua pertempuran besar dari majikannya. Ia mendapatkan kehormatan melalui Pertempuran Anegawa (tahun 1570), di mana ia ikut membantu dalam mengalahkan pasukan di bawah kendali klan Azai dan Asakura bersama dengan sekutu Tokugawa, yaitu Oda Nobunaga. Tadakatsu juga hadir di dalam kekalahan terbesar Tokugawa, Pertempuran Mikatagahara (tahun 1572), di mana ia memerintahkan pasukan di sayap kiri tuannya, menghadapi pasukan yang dibawahi salah satu jenderal klan Takeda (dengan strategi andalannya: furinkazan) yang terkenal yaitu Naito Masatoyo. Meskipun pertempuran berakhir dengan kekalahan, Honda Tadakatsu adalah salah satu jendral Tokugawa yang turut hadir untuk melakukan pembalasan kepada Takeda di dalam Pertempuran Nagashino (tahun 1575). Honda memerintahkan sepasukan penembak gabungan dari pasukan Oda-Tokugawa untuk memusnahkan pasukan Takeda Katsuyori. Itu semua berkat penggunaan senjata api musket yang terampil dari para pasukannya, karena mereka menembak dengan cara berputar. Satu baris penembak akan menembak sementara baris yang lain mengisi ulang senapan, dan satu baris lagi akan membersihkan laras senapan itu. Hal ini memungkinkan para penembak untuk menembak tanpa henti, menghancurkan pasukan Takeda. Ini adalah contoh awal dari suatu taktik yang sangat efektif yang dunia pernah lihat.

Keperkasaannya di medan perang dibuktikannya sekali lagi dalam Pertempuran Komaki-Nagakute di mana pasukan Tokugawa Ieyasu berhadapan dengan pasukan Toyotomi Hideyoshi. Saat itu Tokugawa mundur dan terpaksa melarikan diri dari kejaran Hideyoshi. Hanya dengan beberapa prajutitnya, Honda bersama Ishikawa Yasumichi menghadang pasukan pengejar yang jumlahnya jauh lebih besar (sekitar 1 banding 50) di sekitar Sungai Shonai. Hideyoshi takjub melihat keberanian dan keperkasaannya sehingga dia memerintahkan pasukannya agar jangan mencelakainya. Pada tahun 1586 dia mengawal Tokugawa ke Kyoto dan dianugerahi gelar Nakatsukasa-taiyu. Dan pada tahun 1590, setelah Tokugawa dan Hideyoshi berdamai, dia turut berpartisipasi dalam pengepungan Kastil Odawara untuk menundukkan klan Hojo. Selanjutnya dia juga ikut serta invasi Hideyoshi dalam usaha menaklukkan Korea.

Honda Tadakatsu turut hadir pada Pertempuran Sekigahara (tahun 1600), di mana pasukan Tokugawa Ieyasu mengalahkan Aliansi Barat di bawah komando daimyo Ishida Mitsunari, memberi jalan bagi Tokugawa untuk mengambil-alih kendali negara dan membawa era Sengoku pada penutupannya.

Tadakatsu tampaknya telah menjadi tokoh yang sangat dikenal, walau pun dikelilingi oleh banyak tokoh legendaris yang bermunculan - itu disebabkan oleh sering dikatakan bahwa dari semua pertempuran di mana ia hadir, ia tidak pernah menerima satu pun luka. Helmnya, yang terkenal dihiasi dengan tanduk rusa, memastikan bahwa ia adalah sosok yang selalu dikenali di medan pertempuran. Kudanya bernama Mikuniguro. Kecakapannya dalam bertarung begitu hebat sehingga senjata pilihannya, tombak bernama Tonbo-Giri (Dragonfly Cutter atau Pemotong Capung, nama yang berasal dari legenda di mana ujung tombak itu begitu tajam hingga mengakibatkan seekor capung yang mendarat di atasnya terpotong menjadi dua), dikenal sebagai salah satu dari "Tiga Tombak Hebat dari Jepang".


SUMBER: WIKIPEDIA

Kamis, 04 November 2010

Hak & Kewajiban Kita, Menurut Pasal 30 UUD 1945

Di dalam pasal 30 UUD tahun 1945 terdapat 5 ayat, yaitu:

1.) Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara.

2.) Usaha pertahanan dan keamanan negara dilaksanakan melalui sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta oleh Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia, sebagai kekuatan utama, dan rakyat, sebagai kekuatan pendukung.

3.) Tentara Nasional Indonesia terdiri atas Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara sebagai alat negara bertugas mempertahankan, melindungi, dan memelihara keutuhan dan kedaulatan negara.

4.) Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai alat negara yang menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bertugas melindungi, mengayomi, melayani masyarakat, serta menegakkan hukum.

5.) Susunan dan kedudukan Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, hubungan kewenangan Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia di dalam menjalankan tugasnya, syarat-syarat keikutsertaan warga negara dalam usaha pertahanan dan keamanan negara, serta hal-hal yang terkait dengan pertahanan dan keamanan diatur dengan undang-undang.


Di dalam ayat nomor 1, sudah tertulis jelas bahwa yang berhak dan wajib untuk berperan serta dalam pertahanan dan keamanan negara adalah setiap warga negara. Karena UUD ini dibentuk sebagai undang-undang dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia, maka yang dimaksud sebagai ‘warga negara’ di dalam ayat tersebut adalah setiap orang yang diakui oleh undang-undang sebagai warga negara Republik Indonesia. Kepada orang ini akan diberikan Kartu Tanda Penduduk (KTP) apabila ia telah berusia 17 tahun.

Lalu pada ayat nomor 2 dijelaskan lebih spesifik lagi siapa dan bagaimana tiap-tiap warga negara berhak dan wajib dalam hal pertahanan-keamanan, yang dilaksanakan melalui sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta. Siapa saja warga negara yang tergabung secara resmi di dalam Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia, mereka berperan sebagai kekuatan utama di dalam sistem ini. Sedangkan warga negara yang berada di luar dua instansi tersebut adalah sebagai kekuatan pendukung. Kekuatan pendukung di sini maksudnya adalah kekuatan yang menyokong kekuatan utama dalam hal tenaga, moril, dan materiil di dalam tugas pertahanan-keamanan negara.

Pada ayat nomor 3 dijelaskan dengan lebih detail tentang divisi dan fungsi dari Tentara Nasional Indonesia (TNI). Ada 3 angkatan bersenjata di dalam tubuh TNI, yaitu Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara. Dan setiap warga negara yang tergabung di dalam ketiga angkatan bersenjata tersebut menjalankan tugas sebagai alat negara untuk mempertahankan, melindungi, dan memelihara keutuhan dan kedaulatan negara.

Negara Indonesia pada awal berdirinya sama sekali tidak mempunyai kesatuan tentara. Badan Keamanan Rakyat (BKR) yang dibentuk dalam sidang PPKI tanggal 22 Agustus 1945 dan diumumkan oleh Presiden pada tanggal 23 Agustus 1945 bukanlah tentara sebagai suatu organisasi kemiliteran yang resmi. BKR baik di pusat maupun di daerah berada di bawah wewenang KNIP dan KNI Daerah dan tidak berada di bawah perintah presiden sebagai panglima tertinggi angkatan perang. BKR juga tidak berada di bawah koordinasi Menteri Pertahanan. BKR hanya disiapkan untuk memelihara keamanan setempat agar tidak menimbulkan kesan bahwa Indonesia menyiapkan diri untuk memulai peperangan menghadapi Sekutu. Akhirnya, melalui Dekrit Presiden tanggal 5 Oktober 1945 (hingga saat ini diperingati sebagai hari kelahiran TNI), BKR diubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Pada tanggal 7 Januari 1946, Tentara Keamanan Rakyat berganti nama menjadi Tentara Keselamatan Rakyat. Kemudian pada 24 Januari 1946, dirubah lagi menjadi Tentara Republik Indonesia. Karena saat itu di Indonesia terdapat barisan-barisan bersenjata lainnya di samping Tentara Republik Indonesia, maka pada tanggal 5 Mei 1947, Presiden Soekarno mengeluarkan keputusan untuk mempersatukan Tentara Republik Indonesia dengan barisan-barisan bersenjata tersebut menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI). Penyatuan itu terjadi dan diresmikan pada tanggal 3 Juni 1947.

Kemudian di dalam ayat nomor 4 diterangkan tentang tugas dari Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI) sebagai penjaga keamanan juga ketertiban di dalam masyarakat. Itu artinya siapa pun warga negara yang resmi tergabung sebagai anggota Kesatuan POLRI memliki tugas untuk melindungi, mengayomi, melayani masyarakat, serta menegakkan hukum yang berlaku di negara ini.

Dalam sejarahnya, TNI pernah digabungkan dengan POLRI. Gabungan ini disebut ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia) yang menggunakan slogan "Catur Dharma Eka Karma" disingkat "CADEK". Sesuai Ketetapan MPR nomor VI/MPR/2000 tentang pemisahan TNI dan POLRI serta Ketetapan MPR nomor VII/MPR/2000 tentang Peran TNI dan peran POLRI maka pada tanggal 30 September 2004 telah disahkan RUU TNI oleh DPR RI yang selanjutnya ditanda tangani oleh Presiden Megawati pada tanggal 19 Oktober 2004.

Terakhir, pada ayat nomor 5 tertulis dengan cukup jelas mengenai susunan, kedudukan, serta hubungan kewenangan Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia di dalam menjalankan tugasnya, syarat-syarat keikutsertaan warga negara dalam usaha pertahanan dan keamanan negara, serta hal-hal yang terkait dengan pertahanan dan keamanan diatur dengan undang-undang.

Dari kelima paragraf penjabaran di atas, dapat disimpulkan ke dalam beberapa hal. Salah satunya adalah bahwa setiap warga Negara Kesatuan Republik Indonesia memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam usaha pertahanan dan keamanan negara. Yang membedakan hanyalah instansi tempat warga negara tersebut berada, yang menjadikan tingkatan kekuatan, tugasnya, susunan dan kewenangannya yang berbeda di mata undang-undang. Selebihnya setiap orang baik dia seorang tentara, polisi, mahasiswa, dosen, pegawai kantoran, atau siapa pun juga yang telah memiliki Kartu Tanda Penduduk, sebagai tanda telah sah menjadi warga negara Indonesia, berhak dan berkewajiban yang sama di dalam segalah upaya pertahanan dan keamanan negara.

Minggu, 17 Oktober 2010

Yari, Tombak Khas Jepang


YARI adalah tombak khas Jepang yang digunakan terutama untuk menusuk, baik digunakan oleh pasukan kavaleri maupun infanteri. Dan ini adalah senjata yang paling umum digunakan oleh pasukan perang di Jepang saat itu.

Perlu ditambahkan bahwa senjata utama seorang samurai bukanlah pedangnya tapi busurnya. Pedang hanya digunakan untuk pertarungan jarak dekat.

Jadi untuk pertempuran umumnya menggunakan yumi (busur) untuk jarak jauh, yari (tombak) untuk jarak menengah, dan katana (pedang) untuk jarak dekat.

Yari tidak pernah dirancang untuk dilemparkan, jadi lupakan tentang lempar lembing menggunakan tombak ini.

Dan sejarah keberadaan yari ini sudah sangat lama, kalau tidak mau dibilang lebih lama dari sejarah pedang Jepang. Selain itu tombak ini adalah senjata yang ngetrend digunakan pada zaman itu, mulai dari samurai hingga prajurit rendahan menggunakannya. Bahkan panjang yari itu distandarisasi berdasarkan masing-masing klan keluarganya dengan ukuran bisa mencapai 5-6 meter panjangnya.

Yari ada yang dibuat seperti katana, dilaminasi dan melalui proses heat tempered. Tapi yari untuk prajurit rendahan biasanya hanya sepotong besi yang dibentuk dan ditajamkan, otomatis tidak ada hamon dan lain sebagainya.

Kalau modelnya ada banyak sekali tapi umumnya dibagi menjadi 2.

Yang bilahnya panjang dan polos dinamakan Su Yari (hanya seperti lembing). Lihat gambar di paling atas.

Yang ada tambahan bilah seperti tanda + (tambah) atau tambahan bilah melintang, secara umum disebut Kama Yari.

Untuk Su Yari yang sangat panjang bilahnya disebut Omi No Yari.

Untuk yang ada tambahan bilah melintang dengan tambahannya sama panjang, namanya Jumonji Yari.


Kalau bilah tambahannya tidak sama panjang, namanya Katakama Yari.


Karena bilah ini seperti katana dia punya tang (nakago) yang terkadang juga ada mei (tanda-tangan pembuatnya), jadi dia diselipkan ke tongkat dan ditahan dengan mekugi (pin). Ada juga yang seperti eropa style dengan soket yang ditancapkan ke tongkat, namanya Fukuro Yari.


Yari yang paling susah dibuat adalah Jumonji Yari. Tombak inilah yang bikin pusing pembuat pedang, pengasah, dan pemolesnya.

Seringkali kalau Jumonji Yari patah pada salah satu bilah tambahannya lalu dipoles dan dibentuk ulang, maka jadilah Katakama Yari.

Perlu diketahui bahwa perang di Jepang kuno itu adalah suatu ritual. Jadi individual yang hendak turun untuk bertarung biasanya sekelas (misal: sama-sama bangsawan) dan saling memanah kabura terlebih dulu (anak panah peluit), kemudian baru maju bertarung. Untuk jarak jauh-menengah mereka pakai busur, jarak dekat pakai tachi.

Sedangkan yari banyak dipakai oleh ashigaru (
prajurit rendahan)
jadi dianggap sebagai senjata kelas dua. Kalau tidak mendesak akan jarang digunakan oleh samurai. Karena memang kalau sedang duel pribadi di atas kuda, itu juga termasuk di dalamnya adu gengsi.

Tapi bukan berarti yari tidak dipakai. Catatan sejarah menyebutkan yari juga dipakai di atas kuda walau agak sukar. Demikian juga dengan naginata (seperti golok, dengan gagang yang panjang). Mengenai panjangnya, biasanya yari yang dipakai oleh kelas samurai tidak sepanjang yang dipakai oleh para ashigaru. Pemakaian yari di atas kuda sangat sedikit ditemui. Di bawah adalah gambar naginata.


Biar tahu saja, sebenarnya apa fungsi utama yari dan naginata? Untuk melawan pasukan kavaleri, bukan untuk dipakai oleh pasukan kavaleri.

Yari ini bahkan sejarahnya lebih tua dari tachi/jokoto. Bahkan menurut kepercayaan Jepang, kepulauan Jepang terbentuk oleh dewa Izanagi dan yari-nya.

SUMBER: KASKUS.US