Banner Govlog by XL Aviata

Selasa, 28 Desember 2010

M16 Bakal Pensiun


Ada awal ada pula akhir. Begitulah hukum alam yang tidak bisa dielakkan baik oleh makhluk hidup maupun mesin pemuntah timah panas. Setelah 40 tahun lebih mengabdi, khususnya di AD AS, saatnya bagi senapan serbu M16 pensiun. Keputusan yang masih cukup prematur ini seperti diturunkan wartawan Associated Press, Slobodan Lekic, mengemuka setelah beberapa kegagalan terjadi selama invasi Irak beberapa waktu lalu.

Sejumlah perwira yang tengah bertugas di Irak mensinyalir bahwa M16 yang terbilang besar dan panjang merepotkan mereka. Terutama ketika pasukan mesti bermanuver dari kendaraan tempur (ranpur) macam Humvee (gambar tengah) dan jenis lainnya. "Terlalu besar untuk masuk dan keluar dari kendaraan," jelas Brigjen Martin Dempsey, Komandan Divisi Lapis Baja 1 yang bertanggung jawab mengontrol Baghdad. "Saya tidak bisa mengatakan hasil dari pengalaman kami ini, tapi AD akan berhati-hati dengan performa senapan ini," tambahnya.


Selain ukurannya yang panjang, M16 juga beberapa kali macet saat dioperasikan. Selidik punya selidik ternyata medan tempur yang berdebu jadi sebab M16 gampang macet. Bahkan kritik yang lebih parah lagi merujuk ke medan Perang Vietnam. Sejumlah pakar senjata AS kala itu malah dengan lantang mengatakan, bahwa prajurit AS mesti membuang M16 mereka dan mempersanjatai diri dengan Kalashnikov AK-47 yang digunakan Vietkong.

Pakar lain juga mengatakan, walaupun M16A1 sudah mengalami sejumlah modernisasi, masih belum memadai dibanding AK-47 atau saudara mudanya, AK-74. Kedua pesaing ini disebut-sebut memiliki pukulan mematikan lebih baik.

Di sisi lain, isu ini semakin menaikkan pamor senapan serbu Colt M4A1 (gambar bawah). Senapan yang mulai akrab menghiasi film-film Hollywood ini disebut-sebut bakal jadi penganti. Tak lain penyempurnaan dari M16 adalah M4 menjadi lebih pendek. Sejumlah modifikasi mencakup memangkas panjang laras dan popor yang bisa ditarik-ulur. Tak ketinggalan pelatuk dimodifikasi untuk penembakan full-automatic.


Sekali lagi, sejumlah bukti lapangan mempertegas betapa kurang efektifnya M16 dalam perang kota Irak. Sementara M4 menunjukan hasil memuaskan. Karena memang pertempuran yang kebih didominasi perang kota (95% dari total penyergapan) dengan jarak tembak kurang dari 100 yard.

Namun bukan berarti lalu pabrikan Colt busung dada. M4 bukanlah jawaban yang paling memuaskan bagi AD. Pihak AD AS sadar, memangkas laras jelas menurunkan daya sembur peluru dan pada gilirannya mengurangi jarak tembak. Laras juga jadi gampang panas karena tekanan gas yang demikian besarnya dalam meledakkan amunisi.

Konsekuensinya, M4 sebenarnya bukanlah pilihan akhir, hanya pilihan antara. Mabes AD AS, katanya, saat ini tengah membicarakan secara internal jalan keluar senapan pengganti M16. Program yang mereka sebut OICW (Objective Individual Combat Weapon), mencakup rancangan maju yang akan belajar dari kegagalan sekaligus kehebatan yang pernah dipertontonkan M16 dan M4. Bahasa lainnya adalah hybrid. Ditunggu saja, seperti apa senapan serbu impian AD AS.

SUMBER: ANGKASA EDISI KOLEKSI IX - PISTOLS, RIFLES, & MACHINE GUNS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar